Selasa, 24 Januari 2012

Puisi Tentang Ayah

Ayah...
Engkau pernah menjadi tokoh dalam dongeng
Yang biasa dilafalkan nenek
Menjelang tidur
Engkau hebat, begitu kata nenek
Engkau juara mengaji sekabupaten, begitu kata nenek

Ayah...
Kita berpisah
Saat aku hendak meminta tanda tanganmu untuk raport pertamaku
Lalu kita bertemu kembali
Saat aku sudah gandrung dengan lagu-lagu menghentak

Ayah...
Lalu aku menjadi yang paling berbeda
Diantara pandawamu
Aku kerap memprotesmu dengan marah
Terlampau
Terlalu



Ayah...
Ketahuilah
Aku ingin engkau bahagia
disini dan disana kelak

#
warnet sakura, 10 maret 2008
beberapa hari yang lalu saya menemukan tulisan ayah dalam secarik kertas. Tulisan itu
singkat saja....
AKU BANGGA DENGAN PILIHAN HIDUP ANAKKU

Puisi diatas adalah puisi yang saya tulis untuk ayah saya setahunan yang lalu. Kami pernah berpisah cukup lama. Pada usia empat tahun saya berpisah dengannya. Kedua orang tua saya memilih menjadi duta devisa dengan bekerja di Arab Saudi. Niatnya jelas waktu itu, ingin anak-anaknya berhasil dalam pendidikan. Ia yang hanya bersekolah sampai kelas 2 SMP, menginginkan anak-anaknya lulus sarjana. Namun, kenyataan tidak demikian, Ia hanya bisa menyaksikan anak pertamanya menjadi sarjana.

Pada usia delapan tahun, Ayah pulang untuk menyaksikan prosesi sunatan saya. Kemudian pada usia tujuh belas tahun, saya baru bertemu lagi dengan ayah. Waktu itu, ia dideportasi dari KSA karena ijin tinggalnya sudah habis. Tamat sudah cerita keberhasilan, baru kakak pertama saya yang masuk perguruan tinggi. Saya pernah melukai hatinya dengan sangat. Pada usia 23an. Saya pernah marah karena kenyataan hidup menjadikan saya tak bisa kuliah.

Ia merasa sangat senang ketika saya kembali hidup bersemangat, beraktivitas di banyak tempat, muncul di kuis who wants to be a millionaire walau gagal, menikah, melanjutkan kuliah, punya anak, hingga mucul di halaman koran Sindo.

Saya masih ingat, sms yang dikirimkan ketika tulisan saya muncul di suara mahasiswa koran sindo.
"Mumtaz, mabruk Alallah, fi khoir..."

Hari kamis 28 mei 2009 kemarin, Allah SWT telah memanggilnya ayah untuk kembali padaNya.

Ya Robb, tempatkanlah ia ditempat yang layak disisimu
Ia telah sangat menjadi ayah yang sangat hebat
Ia telah sangat mengerahkan segala kemampuan terbaiknya dalam mengarahkan kami
Ia telah sangat berusaha menafkahi kami dengan nafkah yang halal



 

Ayah... Ampuni semua salahku.. Yah..ayah..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar