Subuh tadi ada dua puluh tiga polisi tidur
Yang berjejer rapi dan terbujur kaku
Dari pintu gerbang perumahan
Hingga pintu pagar rumahku
Minggu kemarin hanya ada lima belas
Sebulan yang lalu cuma ada delapan
Apalagi tiga bulan yang lalu
Hanya ada lima baris polisi tidur
Saat tanah yang sekarang berdiri rumahku
Masih ditanami warga pribumi
Terkutuklah kau polisi tidur
Begitu kata Si motor ceper
Salah sendiri, kenapa kau menceperkan diri
Setelah Sang Produsen membuatmu dengan perhitungan matang
Kenapa harus ada polisi tidur ?
Mungkin karena masih banyak yang buta aksara
Hingga tak bisa membaca kata,
"Pelan - pelan, banyak anak kecil !"
Atau karena ramadhan yang agungpun
Tak juga tundukan syahwat tancap gas
Polisi Tidur akan selalu mengingatkan
Tanpa peluit dan buku pasal-pasal
Atau lembar kwitansi yang bisa dibayar dimuka
Polisi tidur akan selalu mengingatkan
Agar aku berhenti sejenak
Tengok kanan tengok kiri
Dan sunggingkan senyum kepada tetangga
Subuh tadi ada dua puluh tiga polisi tidur
Entah subuh esok
Mungkin akan lebih banyak
Karena kita tak kunjung dewasa
Hingga harus selalu diingatkan
"Subuh tadi, 271107.."
by : Enjang Anwar Sanusi Bin H. Sofyan Abdul Syukur (Abang gua nih)
Selasa, 24 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JaM
Popular Posts
-
HTML adalah bahasa pemrograman dasar yang digunakan untuk membangun sebuah situs. HTML sangat mudah digunakan dan diaplikasikan, oleh kare...
-
aku yakin kamu Semua yg pernah megang kamera digital pasti pErnah ngedel gambar jelek gara2 goyang. biasanya ini terjadi gara2 ketika tomb...
-
Hari Valentine kental dengan segala hal bernama "cinta". Karenanya, hari ini - 14 Februari - dunia seolah diselimuti warna ...
-
Ayah... Engkau pernah menjadi tokoh dalam dongeng Yang biasa dilafalkan nenek Menjelang tidur Engkau hebat, begitu kata nenek Engkau juara ...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar