ABAAAAAANG!!!
Pernah
kebayang nggak, seandainya istrimu atau anakmu atau suamimu harus bayar
mahal, hanya sekedar buat bernapas saja. Dan kamu harus secepatnya
memutuskan, membayar biaya bernapas, tapi membiarkan keluargamu
kelaparan, atau mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, dengan
konsekuensi membiarkan orang yang engkau sayangi berhenti bernapas?
Keputusan sulit bukan?
Nah, keputusan seperti ini dihadapi setiap hari oleh keluarga odapus.
Buat odapus, obat adalah kebutuhan utama. Bukan buat menyembuhkan, tapi
sekedar buat meneruskan hidup hari ini saja. Supaya daya tahan tubuh
yang mengganas bisa jinak dan tidak menyerang organ tubuh sendiri.
Karena SLE (Systemic Lupus Erythematosus) adalah kondisi di mana daya
tahan tubuh menyerang organ tubuh penting kita sendiri. Bila obat
dihentikan, hampir bisa dipastikan akibatnya akan fatal, bisa
mengakibatkan kerusakan organ bahkan kematian. Memang ketergantungan
akan obat bisa dihentikan dan odapus bisa berhenti minum obat, tapi itu
dalam jangka yang lama, dan dengan perjuangan yang berat. Tidak bisa
dihentikan tiba-tiba. Harus step-by-step dan berhati-hati. Dalam waktu
berbulan-bulan dosis cuma turun seuprit, itu pun kalau turun. Dan kalau
salah penanganan sedikit saja, zuuuut, dosis langsung naik lagi tidak
tanggung-tanggung, dan odapus harus menurunkan pelahan-lahan lagi.
Jadi mau tidak mau, setiap odapus pasti mengalami bertahun-tahun minum obat secara terus menerus.
Tapi bukan minum obatnya itu yang berat.
Yang berat adalah, mencari biaya untuk membeli obat-obatan yang harus
diminum dalam jangka panjang itu. Terutama karena obat-obatan odapus
tergolong mahal, dan tidak disubsidi oleh pemerintah. Jadi harus
membayar mahal tiap bulannya sekedar untuk meneruskan hidup.
Kebayang kan kalau anggota keluarga Anda odapus? Harus menyisihkan
sebagian besar budget bulanan hanya untuk mempertahankan hidup anggota
keluarga Anda. Dan kalau Anda termasuk berpenghasilan rendah, Anda pun
harus berhitung, beli makan untuk seluruh keluarga, atau beli obat untuk
si odapus saja. Itu sebabnya banyak odapus meninggal bukan karena
sakitnya tidak bisa diatasi, tapi karena tidak punya uang untuk membeli
obat untuk mengatasi penyakitnya itu. Kematian menjadi pilihan
satu-satunya karena memang tidak ada pilihan yang lain.
Kecuali ada yang mau mengulurkan tangan dan menolong.
Tapi siapa?
Salah satunya, pemerintah. Misalnya bersedia memberi subsidi untuk
obat-obat pokok buat odapus, sehingga obat-obatannya menjadi murah dan
terjangkau. Tapi realistik aja lah. Mengharapkan pemerintah sekarang
peduli pada odapus? Banyak masalah yang masih mengantri untuk
dipedulikan.
Jadi siapa yang harus mengulurkan tangan?
Ya kita semua.
Pasti di sekitar Anda ada odapus. Mungkin tetangga yang tidak pernah
keluar rumah karena memang odapus rentan terhadap sinar matahari, atau
teman kerja yang kelihatan malas, tapi sebetulnya karena berusaha tidak
kecapekan, lagi-lagi karena odapus juga rentan terhadap stress dan
capek. Tidak usah yang bombastis seperti merogoh kantong. Cukup dengan
memberi pengertian terhadap mereka. Dengan tidak mencibir saat mereka
bekerja mencicil sedikit-sedikit atau mengatai mereka malas. Atau
membuka pintu mobil memberi tumpangan supaya mereka nggak kecapekan di
jalan. Diturunkan di jalan terdekat dengan rumah pun pasti mereka sudah
berterima kasih. Atau dengan lebih fleksibel dan mau menyesuaikan diri
kalau janjian dengan mereka, karena mereka bisa tiba-tiba kumat dan
tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.
Dengan melakukan hal
yang ringan ini saja, Anda sudah bisa mengurangi kemungkinan mereka
kumat, sehingga obat yang harus diminumnya pun semakin sedikit.
Atau, kalau mau mengulurkan tangan lebih jauh, bisa bergabung di group
FB para odapus seperti Sahabat Sejati Odapus, Pemerhati Lupus, Yayasan
Lupus Indonesia, dll. Paling nggak, bisa merasakan lebih real, melihat
mereka yang kita kenal satu demi satu pergi dan tidak bisa mengisi
status lagi di FB-nya. Lebih dari itu, Anda bisa memberi mereka
semangat, menjadi tempat curhat atau menjadi tempat berbagi akan
penderitaan mereka. Sukur-sukur bisa membantu mereka kalau mereka butuh
teman, butuh tumpangan ke dokter, atau membantu jadi panitia sosialisasi
Lupus di tempat Anda.
Eh, tapi jangan mengira Anda akan
bertemu dengan orang-orang cengeng, lemah atau pesimistis di sini.
Barangkali Anda justru akan kaget melihat optimistis dan kuatnya odapus
di sini. Bisa-bisa justru Anda yang dikuatkan, dan banyak belajar di
sini. Berhadapan dengan maut, membuat para odapus tidak takut. Mereka
menghadapi penyakitnya dengan gigih, berani dan dengan selera humor yang
tinggi. Mereka biasa menyebut Lupus dengan luppie, kalau lagi kumat
mereka bilang lupusnya lagi genit, bahkan menyebut obat-obatan sebagai
permen.
Lho, kalau mereka begitu kuat, kenapa butuh pertolongan kita?
Karena bahaya yang mereka hadapi itu nyata. Dan mahalnya pengobatan
Lupus itu juga bukan sesuatu yang maya. Kalau bukan kita sendiri yang
menolong mereka, siapa lagi? Bukankan merupakan keistimewaan buat kita
bila Tuhan YME memberi kita kesempatan untuk mengenal dan menolong
mereka? Memang mereka kuat, optimis dan lucu, tapi apakah semua itu
cukup? Bukankan mereka juga memerlukan rangkulan tangan kita, doa yang
tidak putus-putusnya buat mereka setiap hari dan telinga yang bersedia
mendengar keluhan mereka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar